Begini Alasan Kenapa Harus Mengeluarkan Zakat

Al Quran  
Ketua PAC Muslimat NU Pancoran Mas, Depok, Hj. Siti Hasanah, menyerahkan sembako kepada salah seorang dhuafa (fakir atau miskin). Kaum fakir dan miskin merupakan kelompok yang berhak menerima zakat. (Ilustrasi)
Ketua PAC Muslimat NU Pancoran Mas, Depok, Hj. Siti Hasanah, menyerahkan sembako kepada salah seorang dhuafa (fakir atau miskin). Kaum fakir dan miskin merupakan kelompok yang berhak menerima zakat. (Ilustrasi)

Zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi ganda, transendental dan horizontal. Oleh sebab itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan umat manusia, terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yang berkaitan dengan Sang Khaliq maupun hubungan sosial kemasyarakatan diantara manusia.

Berikut ini adalah tujuan atau alasan mengapa seorang Muslim, khususnya yang kaya wajib mengeluarkan zakat.

1. Membersihkan harta dan diri pribadi, sekaligus menghilangkan sifat kikir (bakhil). “Ambillah zakat dari sebagian harta meraka. dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoakanlah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketentraman mereka dan Allah Maha mendengar lagi mengetahui.” (QS At-Taubah [9]: 103).

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

2. Mempererat hubungan si kaya dan si miskin demi terwujudnya tatanan masyarakat yang sejahtera, rukun, damai dan harmonis.

3. Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah papa dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.Dengan kondisi tersebut mereka akan mampu melaksanakan kewajibannya terhadap Allah SWT.

4. Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang-orang di sekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah. Sedang ia sendiri tak memiliki apa-apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka (orang kaya) kepadanya.

5. Menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam yang berdiri atas prinsip[1]prinsip: ummatan wahidan (umat yang satu), musawah (persamaan derajat, dan kewajiban), ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam), dan takaful ijtima’ (tanggung jawab bersama).

6. Mewujudkan keseimbangan dalam distribusi harta (social distribution), dan keseimbangan tanggung jawab individu dalam masyarakat.

Syahruddin E

Jurnalis Republika, Khadimul Rumah Berkah

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Rumah Berkah adalah lembaga nirlaba, yakni Yayasan Rumah Berkah Nusantara. Lembaga ini bergerak dalam bidang Sosial, Keagamaan, dan Kemanusiaan.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image