Lebih Baik Diam daripada Bicara yang Tidak Bermanfaat

Hadits  

Lebih Baik Diam daripada Bicara yang Tidak Bermanfaat

Sahabat Rumah Berkah yang dirahmati Allah SWT.



Manusia itu adakalanya berbicara atau diam. Jika dia berbicara, adakalanya dia berbicara hal baik yang berarti keuntungan atau buruk yang berarti kerugian.

Dalam kitab Tanqihul Qaul karya Syekh Nawawi Al Bantani disebutkan, jika dia diam, maka adakalanya dia diam dari hal buruk yang berarti keuntungan atau dari hal baik yang berarti kerugiaan. Dengan demikian, diam dan bicara itu ada dua keuntungan yang sebaiknya diraih dan dua kerugian yang sebaiknya dijauhi. Demikian dijelaskan oleh Sabarkhiti.


Nabi saw. bersabda:

العَافِيَة عَشَرَةُ اجْزَاء تِسْعَةُ فِي الصُّمْتِ وَالعَاشِرَةُ فِي الْعُزَّلَةِ عَنِ النَّاسِ

"Kesehatan (kesehatan) itu sepuluh bagian. Sembilan dalam diam dan satu dalam menyingkir dari umat manusia". (HR. Dailimi dari Ibnu Abbas).

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Baca Juga: Sayang Ditinggalkan, Doa Setelah Membaca Surat Yasin


Maksudnya diam dari sesuatu yang tidak ada pahalanya. Hukum tersebut berlaku jika seseorang tidak memerlukan orang lain dan orang lain tidak memerlukannya. Jika ada keperluan, maka menurut kacamata agama dia boleh bercampur dengan orang lain karena mengaji atau mengajar. Jika demikian, maka tidak ada baiknya jauh dari mereka. Inilah pengompromian antara dalil yang menyuruh bercampur dan yang menyuruh menyingkir dari orang banyak.


Munawi mengatakan: "Itu sebabnya orang yang pandai memilih hal yang selamat. Jika seseorang terpaksa bercampur dengan orang banyak untuk mencari uang, maka dia harus diam."

Demikian penjelasan As Siraj Al Munir. Dalam sebagian redaksi disebutkan: "Bagian kesepuluh itu dalam meninggalkan bercampur dengan orang-orang bodoh."


Nabi saw. bersabda:

لكُلِّ شَيءٍ نَجَاسَة وَنَجَاسَةُ النِّسَانِ الْبَدَاءَةُ

"Segala sesuatu itu ada najisnya. Dan najisnya lidah itu ucapan buruk."


Maksudnya ucapan yang menjijikkan, meskipun benar Dalam banyak bicaranya, Thabrani disebutkan dari Ibnu Umar "Barangsiapa banyak bicara, maka banyak salahnya, dan barangsiapa banyak salahnya, maka banyak dosanya. Dan barangsiapa banyak dosanya, maka neraka lebih berhak untuknya. Nauzubillah.

Artikel Terkait: Kisah Ulama yang Doanya Tertolak karena Sebutir Kurma

Sebab salah dalam ucapan itu artinya sesuatu yang tidak bermanfaatJika tidak bermanfaat sama sekali dan tidak berdosa, yang didak bermanfaatKarena menyia-nyiakan umur dan memilih mengigau daripada dzikir Siapa dipersulit hisabnya, maka dia sama saja disiksa.

Nabi saw. bersabda:

مَنْ صَمَتَ نَجا .

"Barangsiapa diam, maka dia selamat."

Yakni tidak mengucapkan sesuatu yang tidak berpahala. Dia selamat dari siksa dan cercaan di hari kiamat kelak.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Official Media Yayasan Rumah Berkah Nusantara, part of Republika Network. email: [email protected], Silakan kirimkan inf

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image